(masih) Ingat 9 April 2014

Pemilihan umum anggota DPR, DPD dan DPRD Indonesia 2014 yang dilaksanakan pada tanggal 9 April 2014 dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia merupakan pemilihan langsung yang ketiga kalinya.
Namun Pemilu saat ini, tingkat ketertarikan rakyat Indonesia terhadap politik dan Pemilu terasa sangat rendah. hal ini disebabkan banyaknya calon legislatif yang bertarung memperebutkan kursi parlemen, mereka bingung karena banyaknya calon legislatif yang bertarung memperebutkan kursi parlemen.
  Seperti pemilih di tempat saya tinggal desa Bendogerit Kota Blitar ini tenyata banyak yang tidak kenal dengan calon legislatif yang akan dipilih.
 
 Kebanyakan mereka sebelum mencoblos, usaha untuk mengenal caleg hanya sekadar mengumpulkan referensi dari  saudara atau tetangga.
Mereka hanya mengenal caleg pada tingkat DPRD Kota Blitar saja untuk surat suara yang berwarna hijau. piye jal perasaanmu?
Selain bingung, untuk pemilih lanjut usia pengelihatan yang sudah rabun juga membuatnya cukup kesulitan untuk menentukan pilihan.
 
 apalagi kertas yang digunakan juga segede Bantal buat tidur, maka didalam bilik membutuhkan waktu yang lama untuk melipatnya.
Saking lamanya... Ya akhirnya jadi antri toh! terus Bosen juga iya.

 Rasanya cepet-cepet mau balik saja.. :(

terima kasih,



PESTA DEMOKRASI

Jl Merdeka Blitar, Indonesia 2013
Yang dulu gak pernah ikut Pengajian, sekarang malah ikut... hebatnya sekali ngomong " Minta Doa Restu dan Dukunganya"

13 Februari 2014 (erupsi Gunung Kelud)

Blitar, 13 Februari 2014

Gandusari Kabupaten Blitar, 14 Februari 2014

Gandusari Kabupaten Blitar, 14 Februari 2014
 
Gandusari Kabupaten Blitar, 14 Februari 2014

Kota Blitar, 16 Februari 2014

Kediri, 18 Februari 2014

Gandusari Kabupaten Blitar, 19 Februari 2014

Gandusari Kabupaten Blitar, 21 Februari 2014

Mbok Sing Rukun Nda

Sebelumnya saya mau mengucapkan untuk saudara-saudara kita yang terdampak akibat erupsi Gunung Kelud selalu dilindungi oleh Allah SWT. amin.
Dulur... Dalam bencana ini bukan kehendak atau kaitannya dengan siapa-siapa, ini semua sudah atas kuasa-Nya, biarkanlah Dia yang menilai,  karena tiada yg paling mengetahui selain Allah semata.
Ojo sok kemeruh kalau kita belum benar-benar tahu, kenapa musibah ini terjadi? Ini semua sudah ada sejarahnya, bukan adanya kaitan dengan daerah-daerah lain sehingga bisa menimbulkan kebencian satu sama lainnya. Percaya sama Maha Pencipta, ojo Latah mung sukur "copas" tapi ora ngerti asal-usule terus gawe Update status. Kita sebagai orang yang berilmu dan diberi kecerdasan seharusnya selalu bersyukur karena masih diberi keselamatan dan kesahatan. Amin.  

Garum-Blitar, Februari 2014


Ayo mbok sing Rukun dulur, ini musibah kita bersama bukan karena sebab akibat dari apa? Ayo mlaku bareng, saling tolong menolong dan bekerja sama untuk menjaga bumi dan seisinya. *salim*




Jadilah diri sendiri

Selorejo Ngantang, Malang. Februari 2014.

Kita tidak perlu menjadi orang lain, apa yang ada pada diri kita sudah lebih dari cukup, ketika kita dapat memanfaatkannya.
Karena waktu kita ketika lahir, sebenarnya kita sudah menjadi pemenang, setidaknya kita menjadi pemenang dibidang kita masing-masing.
Buat apa susah-susah meniru gaya orang lain, kalau jadi diri sendiri itu lebih gamapang

Percaya Diri sama foto kita

Selorejo Ngantang, Malang. Februari 2014



Alangkah baiknya kalau foto tersebut diberi keterangan yang mungkin bisa memberikan informasi dari foto tersebut itu menurut saya. Bukannya dikasih keterangan “hajar master” hehe J, nah kalau yang baca mengerti sih gak papa? Nah kalau ketemu dengan orang yang gak paham? Apakah kita gak dicari terus dihajar piye jal? 

Nah marilah kita belajar untuk memberikan keterangan foto yang baik, sebisanya kita ajalah dulu daripada minta keripik pedesnya? Wkwkwkw :D ya kalau diberi, kalau enggak dikasih opo ora ngaplo. Ya kasih keterangan foto dimana dan kapan foto itu diambil, atau teknik pengambilan fotonya. Kali aja ada yang tertarik entah itu temen atau orang lain melihat terus berkomentar? Kali aja komentnya gini “mas/mbak kapan2 diantar kesana lagi ya, aku belum kesana”. Nah lebih bermanfaat kan?  *daripada benjut* yo toh brur.

Mungkin ini pertanyaan : “lha nanti sama mereka, itu foto kita dibilang elek” ? kalau saya jawab adalah “Kita beli kamera memang untuk nyenengin mereka? Ya kecuali kalau kita disuruh motretin mereka dan dibayar untuk kepentingan mereka , itu baru cerita lain”. 

Percaya diri sajalah kita untuk memamerkan apa karya kita buat, jelek atau tidak itu tergantung dari kita. Maksudnya tanya pada diri kita, kenapa kita tertarik untuk mengabadikannya dan memilih dari beberapa file foto yang ada di memori yang ada di kamera, ya gak? . Lho seandainya ada yang komen foto itu kita jelek? Nah itu baru kritikan yang bener dan tulus. Lha katanya pingin dikoment Jwkwkwkwkw.... tapi bener gak ? jadi gak perlu minta2. Akan tetapi orang-orang yang komen dengan tulus itu sudah jarang ada. Hehe. Terima kasih.
Semoga bermanfaat,